Berhasillll atau Tidakkk ?? “ Menelaah Ruang Publik yang ada di Pusat Pemerintahan Kab. Tangerang “

    Sudah lumrah bagi setiap Arsitek apabila merancang sebuah bangunan, baik itu yang bersifat pribadi maupun publik haruslah memperhatikan aspek-aspek di dalamnya, tak terkecuali bagaimana bangunan itu dapat memberikan dampak pada keadaan lingkungan sekitar. Apakah bangunan tersebut dapat menciptakan sebuah keberhasilan ataukah kerusakan…

    Oleh karena itu Arsitektur & Lingkunganlah yang berperan dalam mewujudkannya. Salah satu dari keduanya secara tidak langsung, tidak bisa begitu saja kita abaikan. Hal ini dikarenakan, apabila lingkungan membutuhkan sebuah bangunan yang dapat merubah keadaan sekitarnya maka, Arsitekturlah yang berperan didalamnya. Begitu pula dengan sebuah bangunan yang didirikan dengan fungsi tertentu tidak bisa begitu saja berdiri saat lingkungannya tidak mendukung bangunan tersebut.

    Dengan demikian, pentinglah bagi setiap manusia memperhatikan apakah arsitektur yang mereka ciptakan dapat menunjang kehidupan di sekitar lingkungannya, sehingga kedua hal itu dapat memberikan timbal balik yang menguntungkan bagi kedua pihak, yaitu Arsitektur dan Lingkungannya.

Studi Kasusnya :

   Tidak banyak yang mengetahui bahwasanya terdapat Kecamatan Tigaraksa yang berada di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Meskipun demikian, Tigaraksalah Kecamatan yang menjadi Pusat dari Pemerintahan Kab. Tangerang. Apabila masyarakat datang, mereka akan di sambut dengan sebuah gerbang megah bertuliskan KABUPATEN TANGERANG berwarna merah dengan latar belakang pilar-pilar berwarna ungu. Selain itu pula, masih terdapat hamparan hijau pepohonan yang mendominasi kawasan tersebut.

gerbang-kab-tangerang

    Kendaraan yang melintasi kawasan tersebut pun tidak perlu merasa khawatir, hal ini di dukung dengan penyediaan jalan utama yang cukup lebar, mulus, serta adanya pepohonan yang membuat suasan sekitar tidak terlalu gersang. Berselang dengan gerbang megah, kitapun akan melihat sebuah Tugu Tiga Tumenggung yang menjadi icon Tigaraksa, sebelum kita memasuki kawasan pemerintahannya.

 

getimage.aspx.jpg    tugu tiga

    Banyaknya gedung-gedung pemerintahan, tak ayal membuat kawasan ini menjadi penuh sesak, hal ini disebabkan dengan pengaturan tata kota yang cukup apik. Diwujudkannya dengan pengaturan yang dibuat tidak menyatu atau terpisah. Gedung-gedungnya  dibuat seperti sebuah cluster yang tersusun rapi. Salah satu komplek yang terbesar dan terluas adalah Kantor Bupati. Di area belakangnya, terdapat Gedung Serba Guna (GSG) yang dimanfaatkan masyarakat setempat untuk kegiatan seperti, perpisahan anak sekolah, seminar, dll serta terdapat Lapangan yang biasanya digunakan untuk upacara Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten.

    Letaknya yang berdampingan satu sama lain dan strategis berada di tengah, membuat jalur menuju ketiganya pun mudah ditempuh dari berbagai arah. Oleh karena bentuknya yang mengitari bangunan, masyarakat pun dapat memanfaatkannya sebagai tempat berolahraga pagi sembari mereka melihat berbagai gedung pemerintahan yang ada disekitarnya. Bisa dikatakan bahwa, arsitektur yang berada di daerah tersebut bukan hanya menyediakan sarana dan prasarannya saja melainkan sudah cukup mendukung perekonomian yang ada disekitarnya.

 

                   IMG-20171013-WA0018   IMG-20171013-WA0015

 Foto-Kantor-Bupati-Tangerang     OLYMPUS DIGITAL CAMERA

    Jika dilihat dari sekelumit informasi diatas, kita sudah bisa merasakan kegunaan ruang publik yang ada di daerah tersebut dan masih banyak lagi yang bisa dimanfaatkan untuk kegitaan sehari-hari. Dari lingkup kecil sampai lingkup besar sekalipun. Hal inilah menjadi dasar pembelajaran bagi siapapun yang ingin memanfaatkan area dengan luasan yang cukup, supaya lebih peduli dengan keadaan dan kebutuhan masyarakatnya. Karena bangunan apapun yang akan kita dirikan di suatu lingkungan akan lebih berhasil jika masyarakat ikut andil didalamnya.

    Untuk kasus diatas, saya bisa mengatakan bahwa ruang public yang disediakan pemerintah Kabupatan Tangerang sudah cukup berhasil, karena bukan saja sudah menyediakan keelokan arsitekturnya, namun disisi lain manfaat yang ditimbukan pun sangat-sangat positif. Jadi, bagaimanapun estetiknya arsitektur yang berada pada suatu lingkungan akan bisa dikatakan berhasil apabila ada timbal balik antara kedua. Meskipun bangunan kecil sekalipun, akan lebih diapresiasi bilamana manfaat yang ditimbulkan lebih berpengaruh daripada bangunan besar yang tidak ada andil sedikitpun pada lingkungan dan penggunanya.

Sumber :

https://www.kompasiana.com/rushanovaly/mengintip-plus-minus-ruang-publik-di-kota-tigaraksa-tangerang_56088b6dcf7a617805d0ecc8

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s